Jam Gadang Bukittinggi Ico Wisata Sumbar

Jam Gadang, landmark terkenal di Bukittinggi, adalah jam bersejarah yang menjadi simbol penting bagi masyarakat setempat. Jam ini dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Indonesia bernama Yazid Sutan Gigi Ameh. Dengan ketinggian sekitar 26 meter, struktur menara jam ini sangat mencolok dengan ciri khas arsitektur Minangkabau yang klasik.

Jam Gadang adalah menara jam yang menjadi penanda atau ikon Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Menara jam ini menjulang setinggi 27 meter dan diresmikan pembangunannya pada 25 Juli 1927.

Alamat : Bukittinggi Sumatera Barat.

Bangunan ini memiliki arsitektur yang unik dengan gaya Minangkabau yang klasik dan modern. Jam Gadang Bukittinggi juga memiliki bagian atas yang melengkung yang terinspirasi dari bentuk tanduk kerbau yang merupakan simbol khas Minangkabau.

Di bagian tengah bangunan, terdapat sebuah jam raksasa yang berukuran sekitar 25 meter. Di malam hari, bangunan ini menjadi sangat indah dengan penerangan lampu yang menawan.
Jam Gadang Bukittinggi (Indonesia) - Review - Tripadvisor
Selain arsitektur yang menawan, Jam Gadang Bukittinggi juga menjadi tempat yang sangat populer untuk berfoto.
Kebanyakan orang berfoto di depan jam sebagai background dan ada juga yang mengambil foto dari atas bangunan untuk memperoleh pandangan kota Bukittinggi yang luas.

Harga Tiket Masuk Menara Jam Gadang Bukittinggi

Jam Gadang Bukittinggi buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Harga tiket masuk ke museum jam ini sekitar Rp10.000 per orang.
Selain itu, wisatawan juga dapat menyewa pakaian adat Minangkabau seperti baju kurung, selendang, dan songket sehingga mereka dapat berfoto dengan pakaian khas Minangkabau.

Sejarah Berdirinya Menara Jam Gadang 

Jam Gadang memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Bangunan ini dibangun oleh seorang arsitek bangunan Eropa pada tahun 1926 atas permintaan Bupati Agam, Abdul Hamid Harun.
Tujuannya adalah untuk membuat bangunan yang megah yang bisa menjadi simbol kota Bukittinggi.
Saat pertama kali dibangun, jam raksasa ini masih menggunakan teknologi manual dan mesin penggerak berbahan bakar gas. Tetapi pada tahun 1970-an, jam ini sudah diotomatisasi dan dioperasikan dengan tenaga listrik.
Selama Perang Dunia II, Jepang menduduki Bukittinggi dan mengambil jam raksasa tersebut untuk dibawa ke Jakarta.
Namun, setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, jam tersebut dikembalikan ke tempat asalnya dan dioperasikan kembali.
Mengenal Sejarah Jam Gadang, Menara Jam Ikonik Kota Bukittinggi - Teras info

Selain  penanda waktu bagi warga sekitar, Jam Gadang juga menjadi daya tarik wisata yang populer di Bukittinggi. Pengunjung dapat menikmati pemandangan yang menakjubkan dari atas menara jam, serta belajar lebih banyak tentang sejarah dan kebudayaan lokal di museum yang berada di dalamnya.

 Tentu, ada beberapa fakta menarik tentang Jam Gadang yang mungkin bisa ditambahkan ke dalam artikel:
  1. Nama “Jam Gadang” sendiri berasal dari bahasa Minangkabau yang dapat diterjemahkan sebagai “Jam Besar”. Nama ini merujuk pada ukurannya yang besar dan mencolok di pusat kota Bukittinggi.
  2. Meskipun fungsi utamanya adalah sebagai penunjuk waktu, Jam Gadang juga merupakan saksi bisu perubahan zaman dan sejarah panjang Kota Bukittinggi. Struktur ini telah bertahan melalui banyak peristiwa bersejarah dan menjadi simbol kebanggaan bagi penduduk setempat.
  3. Kadang-kadang, Jam Gadang juga menjadi tempat untuk berbagai acara seperti festival budaya, pertunjukan seni, dan perayaan keagamaan yang menampilkan kekayaan budaya Minangkabau.
  1. Selain menjadi ikon kota, Jam Gadang memiliki mekanisme jam yang masih berfungsi hingga saat ini. Bagian dalam jam ini memiliki kumpulan lonceng yang berbunyi setiap jamnya, memberi pengalaman audiovisual yang menarik bagi pengunjung.
  2. Seiring dengan perkembangan teknologi, Jam Gadang juga telah menjadi objek fotografi yang populer di media sosial, dengan ribuan pengunjung yang membagikan foto-foto mereka dengan latar belakang landmark ini.

Dengan tambahan informasi ini, artikel tentang Jam Gadang akan lebih lengkap dan menarik bagi pembaca. Jika Anda memerlukan informasi lain, jangan sungkan untuk bertanya.

Tag : Jam Gadang, Jam Gadang Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *