Tugas Utama MC – Pemandu acara (MC) adalah orang yang pertama dan terakhir yang berbicara di sebuah acara. MC bertugas membuka acara (opening speech) dan menutupnya dengan standar umum sebagai berikut. Opening atau pembukaan yang dilakukan oleh seorang MC pada dasarnya menyapa hadirin dan menyampaikan informasi tentang nama, tujuan, dan susunan atau isi acara, sponsor, lokasi acara, waktu acara, dan pengisi acara. Berikut tugas utama MC:

1. Sinyal Memulai (Signal to Start)

Memberi, aba-aba, sinyal, atau tanda kepada hadirin bahwa acara akan segera dimulai.

Misalnya: Hadirin, mohon perhatian, acara akan segera dimulai.

2. Mengucapkan Salam (Greeting).

Mengucapkan salam, misalnya: Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat pagi.

3. Menyapa hadirin (Welcome Speech)

Khususnya menyapa tamu spesial, seperti pemateri, atau pejabat yang hadir.

Misalnya: Bapak Gubernur dan hadirin yang kami hormati.

4. Perkenalkan Diri (introduce yourself).

Berlaku di acara informal. Di acara formal tidak berlaku.

Misalnya, saya –Ahmad Fulan– sebagai pemandu acara ini…

5. Menyebutkan nama dan tujuan acara.

Misalnya, … atas nama panitia penyelenggara, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu/Sdr di acara [NAMA ACARA].

6. Menyebutkan susunan acara.

Berlaku di acara informal. Acara formal biasanya sudah ada susunan acara di undangan. 

Misalnya, acara ini akan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, acara pokok, dan penutup.

7. Memperkenalkan pembicara (introducing the speaker).

Nama pemberi sambutan cukup dengan menyebutkan jabatan dan nama lengkapnya.

Misalnya, sambutan pertama oleh Ketua Panitia Bapak Ahmad Fulan.

8. “Bridging”

Merangkaikan acara ke acara berikutnya. Bridging dalam MC ini “gak ada teorinya”. Bridging artinya “menjembati” (dari kata bridge = jembatan), yakni “menyambungkan” satu segmen ke segmen berikutnya, melalui sebuah rangkaian kalimat agar sebuah acara menjadi suatu kesatuan.

Bridging membutuhkan kemampuan membuat komentar yang “menjadi jembatan” antar segmen acara. Komentar dalam bridging ini termasuk komentar atau anekdot yang bisa digunakan jika terjadi “delay” atau keterlambatan seorang pengisi acara.

MC yang punya skill akan mampu menggunakan insiden yang terjadi dalam acara sebagai “bridging tools”. Skill ini bisa didapatkan dengan pengalaman dan latihan. MC yang terampil dapat memanfaatkan insiden yang terjadi dalam suatu acara sebagai bahan bridging.

menjadi MC

9. Closing

Menutup acara, berisi ucapan terima kasih kepada panitia, sponsor, pengisi acara, dan hadirin.

Jika contoh pembukaan MC di atas kita gabungkan, maka naskahnya akan menjadi begini:

Hadirin, mohon perhatian, acara akan segera dimulai. Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat pagi.

Bapak Gubernur dan hadirin yang kami hormati. Saya –Ahmad Fulan– sebagai pemandu acara ini… atas nama panitia penyelenggara, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu/Sdr di acara [NAMA ACARA].

Acara ini akan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, acara pokok, dan penutup. Sambutan pertama oleh Ketua Panitia Bapak Ahmad Fulan. Kepada Bapak Ahmad Fulan, kami persilakan…